Berhati-Hatilah Terhadap Kegagalan Palsu



Terinspirasi dari buku Loonshot. Bahwa sebenarnya tidak gagal, hanya bisa jadi mereka berhenti sebelum waktunya, mereka berhenti sebelum berhasil.

Kita yang bekerja menemukan dan mengembangkan lalu kita menuruti penilaian orang-orang diluar sana perihal keberhasilan atau kegagalan kita; itu aneh.

Maka sebaiknya jika memang sudah dicanangkan dari awal visi besarnya, maka jalankan sampai menemukan keberhasilannya.

Kegagalan menyelesaikan kuliah bukan berarti kegagalan membangun kampus untuk remaja ga mampu, kira-kira gitu gambaran versi berbedanya.

Aku berhasil menemukan fakta bahwa berjualan di pameran di mall itu tidak bisa awet profitnya terutama untuk produkku karena:
  1. Ada mall-mall tertentu yang mrmang orang kesana sudah bertujuan untuk membeli sesuatu yang bukan produkku
  2. Sebaiknya aku pameran di mall yang orang kesana tujuannya adalah khusus untuk jalan-jalan saja
  3. Mall yang rata-rata orang-orang yang datang yang tajir
  4. Ada lokasi yang paling cocok untuk jualan menghasilkan jutaan perhari namun lokasi tersebut tidak bisa dipakai untuk kita disana sepanjang tahun karena mall bekerjasama dengan eo, dan eo tidak bisa memberikan 1 lokasi strategis kepada 1 tenan saja. Mereka akan menggilirnya
  5. Sewa stan pameran bisa ditawar, bisa dibayar sebagian dengan produk

Maka aku mencoba jenis-jenis perjalanan sukses yang lain. Termasuk ke kota Kuningan kemaren, bekerja sama dengan toko kecantikan.

Jadi jangan kehabisan baterai. Jadi berpartnerlah dengan orang-orang dengan baterai abadi. Dengan kesadaran visi yang lebih jauh untuk dijalani dan menjadikan proses perjalanan sebagai kenikmatan tersendiri untuk dijalani.

Jadi sebenarnya bukan kegagalan, tapi bisa jadi berhenti sebelum berhasil

Posting Komentar untuk "Berhati-Hatilah Terhadap Kegagalan Palsu"