Segala Sesuatunya Adalah Energi dan Sisa Terkecilnya Adalah Materi

Segala Sesuatunya Adalah Energi dan Sisa Terkecilnya Adalah Materi


Segala sesuatu adalah energi, sisa kecilnya adalah material. jika kita bergerak beribadah, berarti kita menyembah energi yang lebih besar. segala sesuatu bisa dimiliki tanpa alasan yang masuk akal bagi pikiran. ya sekedar ingin saja.

Logika mematahkan kemampuan memiliki segalanya dengan alur-alur berpikir yang benar. sedang semua orang punya batasan alur berpikir. maka melompat ke wilayah rasa, kemudian manusia memiliki.

Sebentar, jika dia sesungguhnya memiliki namun dia tak menyadari bahwa dia memiliki, apakah dia akan merasakan seperti rasa orang memiliki? jika dia tidak memiliki namun dia merasa memiliki maka rasa memilikinya sudah ada tentu dia bisa jadi lebih bahagia daripada orang yang sudah memiliki namun tidak merasa memiliki.

Jika kebutuhan untuk memiliki segala sesuatu seperti rumah mewah - mobil mewah - tas premium - dll premium lainnya demi sebuah rasa yang haus dipuaskan, apalagi karena berprasangka bahwa dengan memiliki semua itu maka rasa akan bahagia (walau sesaat); tampaknya ada yang bisa kita lakukan 'short cut'. maksudnya adalah memiliki rasa (bahagia) yang sama tanpa harus sudah memiliki fisik aslinya. 

karena:

  1. Kita bisa menikmati tanpa memiliki
  2. Kita bisa merasakan tanpa memiliki
  3. Kita bisa membangun prasangka lebih baik tentang sesuatu

Jika ada rasa ke'aku'an yang ingin menunjukkan bahwa kita tajir melintir sukses dengan cara kita membeli barang-barang mewah untuk kita tunjukkan ke semua orang, aku rasa orang-orang flexing itu cuma orang-orang yang butuh pengakuan. rasa kesepian yang tak bisa dituntaskan oleh orang-orang disekitarnya yang masih perlu pengakuan dari dunia yang lebih luas. luka batin yang belum sembuh.

Jika kita selalu mencoba berbicara kepada semua orang untuk meyakinkan pendapat-pendapat kita, namun kita lupa untuk berbicara dengan diri sendiri; mungkin sebenarnya kita lupa sedang berada dimana. 

Ilmu-ilmu: the power of now, afirmasi, energi, manifestasi, rasa sudah memiliki; adalah benang merah orang-orang yang melompat dari logika terbatas (bukan logika itu salah, namun kemampuan berlogikanya ga sampai) ke wilayah rasa, lalu alam semesta atau energi yang lebih besar, atau Tuhan mewujudkannya dalam alam material. andaikata belum terwujud dalam alam material pun faktanya rasanya sudah didapatkan duluan.

Jadi sejak beberapa waktu yang lalu aku menemukan benang merah kenapa manusia sebaiknya bernarasi dengan baik, memandang diri dan dunia dengan baik, berpikir dunia seperti yang dia inginkan, bergerak melalukan seakan-akan dia sudah berperan (menjadi) seperti yang dia inginkan; karena kita semua adalah energi. energi yang bergerak saat diberi atensi dan emosi. maka setiap doa bisa jadi doanya sama namun niatnya berbeda menghasilkan hasil yang berbeda. doa yang sama bisa dibuat meluluhkan hati lawan jenis bisa juga digunakan untuk mendatangkan rejeki. karena energi - atensi - rasa (emosi) adalah kombinasi untuk mewujudkan sesuatu. 

Dari pandangan yang sama kita bisa menemukan orang-orang yang fisiknya hidup hari ini namun benak-rasa-pikirannya terjebak di masa lalu. sakit di masa lalu yang terus dia bawa sampai hari ini yang menimbulkan reaksi kimia tertentu pada alam material (tubuhnya) yang kemudian membangun masalah-masalah baru dalam hidupnya, seperti: penyakit tubuh.

Rasa sakit yang terus dia bawa dalam interaksi setiap harinya yang dia gunakan untuk merespon semua orang disekitarnya, sehingga orang-orang disekitarnya menganggap itu sebagai watak-karakter dia. 

Masalah penyakit tubuh yang bisa jadi disembuhkan dengan membangun 'opini' baru dalam energinya, sudah mulai banyak bermunculan.

Maka sebenarnya semesta ini satu, dan semesta ini bergerak berdasarkan prasangkamu

Posting Komentar untuk "Segala Sesuatunya Adalah Energi dan Sisa Terkecilnya Adalah Materi"