Menjual Keahlian

.

.


[ MENJUAL KEAHLIAN ]


Dalam sekian periode hidup saya, saya hidup dengan menjual keahlian orang lain. Dengan akad tertentu tanpa mengurangi sekian rupiah yang biasa mereka terima, saya mampu menjual lebih mahal, spesifik, dan maksimal. 

Mungkin sudah kodratnya seseorang dengan keahlian unik terkadang tidak maksimal dalam menjual keahliannya. Maka dia membutuhkan orang lain agar lebih maksimal.

Namun saya lemah di akad. Setelah berhasil mempublikasi mereka kesana-kemari, tiba-tiba mereka menjadi terkenal dan mulai berulah. Mereka melakukan perjanjian-perjanjian sendiri tanpa melibatkan saya. Akhirnya sekian rupiah yang menjadi hak saya tidak bisa saya manfaatkan.

Lalu saya belajar lagi. Berdiskusi dengan istri pertama saya, satu-satunya istri saya itu. Istri saya menjawab:

“Kita jadi bisa tahu kenapa selama ini mereka dengan keahlian yang luar biasa namun hidupnya biasa-biasa saja bahkan cenderung susah. Kamu poles, kamu jual, mereka mulai merasakan uang lebih banyak dari yang biasa mereka rasakan. Lalu serakah”

“Nah ternyata ada karakter jelek ini yang selama ini buat mereka macet” 

Lalu saya melihat youtube Dan Lok:

“Saya tidak membantu orang yang sedang jatuh untuk kemudian menjadi sukses. Saya membantu orang sukses untuk mencapai ke kesuksesan selanjutnya”

Lalu pemikiran saya berkembang:

Jika ada orang yang sedang jatuh, dan jatuhnya karena kelakuan dia selama ini. Lalu dia mau pakai jasa kita (misal jasa konsultasi, coaching, pemasaran, penjualan, branding, dll) untuk meningkatkan income dia. Ini kan sama saja kita mendatangi masalah.

Kalau misal dia jatuh karena Tuhan lagi bete sama dia karena sikap dia selama ini, lalu dia sedang dalam proses dijatuhkan. Kita mau usaha bantu dia untuk naik model apapun kan ya… ga bakal menang (istilahnya)

Jadi sebelum Anda menggunakan jasa profesional bayar premium, coba introspeksi diri dulu. Mungkin masalahnya di Anda, karakter Anda, dan kesiapan Anda untuk tetap jadi orang baik saat banyak uang masuk ke rekening Anda


I Love You


KESIMPULAN

1. Sebelum Anda merasa sulit lalu mencari solusi langit dan bumi. Coba cek-cek dulu : 

a. Apa Anda sedang mempersulit orang lain?

b. Apa Anda layak dipermudah rejekinya?

Posting Komentar untuk "Menjual Keahlian"