Sebenarnya Sedang Menolong atau Ditolong?

.

.


[ MENOLONG ATAU DITOLONG? ]


Sebenarnya siapa yang kamu tolong saat kamu menolong orang? Kamu menolong orang itu? Atau kamu menolong dirimu sendiri. Menolong diri sendiri untuk :

  • Merasa lebih baik
  • Suatu saat nanti jadi pahala tambahan
  • Rasa, kemanusiaanmu; yang butuh ekspresi menolong

Rasamu menjadi lebih baik saat menolong orang. Namun juga rentan dengan petaka saat kamu berpikir bahwa: “Untung ada kamu jadi orang tersebut jadi tertolong”

Yang nolong itu kamu atau Tuhan?

Gini, bagaimana mungkin kamu tiba-tiba pas ada disitu sehingga kamu bisa menolong dia? Kok ya pas kamu ada tenaga ada kemampuan ada skill tiba-tiba kamu bisa menolong?

Jika Tuhan punya kehendak bahwa kamu ga mampu menolong apakah kamu mampu menolong?

Jadi sebenarnya siapa menolong siapa?

Kamu dan tindakanmu penting?

Atau itu terjadi sebenarnya karena Tuhan ingin menolongmu menempatkanmu pada posisi lebih baik saat ini atau diakhir nanti dengan cara membuat sesuatu kondisi sehingga kamu bisa ambil peran sebagai penolong?

Tindakanmu itu ga penting mungkin. Yang penting itu yang Maha Memutuskan. Dan itu bukan kamu. Bukan aku juga.

Saat Tuhan mau memasukkan ke surga atau menempatkanmu di level yang lebih baik di Bumi dengan cara membuatmu melakukan sesuatu dulu, yaitu menolong orang; maka mungkin Dia akan mengatur sedemikian rupa sehingga ada suatu kejadian :

  • Yang membuatmu diposisi yang pas untuk menolong
  • Ada orang lain yang perlu ditolong
  • Ada kejadian yang mendukung prosesnya

Jadi sebenernya siapa menolong siapa?

Atau mungkin penolong dan yang ditolong sama-sama belum terlalu sempurna pentingnya (tindakannya) karena sebenarnya ada maksud lain yaitu penonton yang melihat kejadian itu? Atau aku? Yang sedang menuliskan ini?

Orang itu yang berkejadian/ berperan tertentu sehingga membuatmu menolong dia. Dan dari kejadian itu Tuhan memutuskan untuk menempatkanmu lebih baik.

Atau kalian berdua …

Ah kapan-kapan aku lanjut tulisan ini

Lama-lama bingung sendiri. Kalo bingung jangan nulis panjang-panjang.

Lanjutan…

Betapa kompleks kehidupan dan segala geraknya dimuka bumi, eh, di alam semesta ini dengan asumsi bahwa semua mahlukNya minta bahagia (menurut versinya sendiri) dan ‘diperlakukan adil’ menurut versinya sendiri-sendiri. Ketika semua mahluknya minta dipenuhi semua hasratnya.

Keren ngaturnya.

Membaca benak pikiran semua orang sekaligus bersamaan, berinteraksi satu demi satu, menjawab kebutuhan-kebutuhan, mendengarkan keluhan-keluhan, do’a, sumpah serapah juga (dari orang-orang yang sedang protes/ marah).

Memenuhi kebutuhan seseorang sedang orang itu sedang sibuk ‘menyembah Tuhan yang lain’ (sesuatu yang dianggap Tuhan oleh orang itu). Betapa besar dan mulianya ALLAH itu. Dan sabar. Dan penuh pengertian.

Betapa Dia sedang melihat/ memperhatikan dengan penuh kasih perihal mahluk-mahluknya sedang mahluk-mahluknya sibuk sendiri dengan pemikiran-pemikirannya, usaha-usahanya, prasangka-prasangkanya.

Melibatkan DIA dalam setiap tindakan itu bagaimana?

Sekali-kali merenunglah perihal-perihal lain. Yang sesungguhnya perihal lain itu bisa jadi yang utama. Yang lebih utama untuk direnungkan.


I Love You 

KESIMPULAN

  • Walau sering menolong orang, jangan sok!
  • Karena bisa jadi sebenarnya kamu sedang ditolong, bukan menolong

Posting Komentar untuk "Sebenarnya Sedang Menolong atau Ditolong?"