Rewel

.

.


[ NGGAK REWEL DULU BARU DAPAT BANYAK ] 20/06/2020


Sebenarnya, apa dasar pengambilan keputusan Tuhan untuk memberimu lebih atau memberimu rasa kurang? Kawan, ini kalimat tanya, bukan kalimat protes atau juga bantahan.

Jika karena doa-doamu, beberapa orang lupa berdoa dan tetap menerima banyak. Jika karena kamu tidak rewel, beberapa orang diluar sana rewel (banyak protes hidupnya) dan tetap banyak apa yang dia terima. Walau trus mencoba bunuh diri juga ada.

Jika kamu suka sedekah, ah, beberapa tukang sekedah juga tak lunas-lunas utang-utangnya bertahun-tahun.

Jika kamu jago bersyukur. Nah ini mungkin. Karena aku belum pernah bertemu dengan orang yang jago bersyukur lalu dia merasa kekurangan. Menurut kita mungkin kurang namun dirinya tak merasa kekurangan. Bahkan mungkin bahagianya melebih orang-orang lain yang merasa berlebih. Seperti artis itu yang baru saja menerima kontrak sekian juta US dollar lalu beberapa hari kemudian mencoba bunuh diri dan gagal. Hari ini dianya masih hidup.

Ah, ini ranah yang agak miris kalau aku salah kalimat.

Tuhan, aku ingin rewel. Rewel sama Engkau. Karena Engkaulah satu-satunya yang punya kemampuan untuk mengabulkan. Mengiyakan. Kun. Jadi.

Semestinya aku boleh rewel Tuhan. Karena jenis rewelku itu bukan jenis yang tidak puas dengan apa yang sudah Engkau titipkan padaku. Jenis rewelku itu adalah jenis rewel cinta yang suka sekali meminta lalu saat dikabulkan langsung tambah bahagia tambah percaya diri tambah yakin tambah merasa dekat tambah sadar tambah iman bahwa Engkau itu Maha Ada dan Maha Mengabulkan. Semacam jenis suka sekali bermanja-manja. Cinta yang tanpa perlawanan. Tanpa takut meminta-minta.

Kawan, 

Tuhanku itu keren. Tuhan yang bangga jika mahluknya meminta-minta padaNya. 

Pertanyaan :

Kapan terakhir Engkau bermanja-manja dengan Tuhanmu?


I Love You


KESIMPULAN

1. Kapan terakhir Engkau bermanja-manja dengan Tuhanmu?

Posting Komentar untuk "Rewel"