Prosaicc [ MENULIS 1 ] | Prosaicc

.

.



[ MENULIS 1 ]


Dulu aku suka menulis. Sangat menulis. Semua yang muncul dibenak, aku tulis. Aku berusaha menerjemahkan apa yang ada dibenak dan menyusunnya menjadi kata-kata bersambung menjadi kalimat.

Beberapa teman bilang itu sajak. Beberapa lain dibilang itu puisi. Apa bedanya?

Dan banyak lain yang tidak paham apa yang kutulis. Akhirnya ku beri nama sendiri tulisan-tulisanku itu sebagai : Prosaicc. Sajak benakku sendiri, sajak karakterku sendiri. 

Prosaicc berkembang memfasilitasi ekspresi rasa selama sekian tahun dimasa hingga SMA dan kuliah bahkan mungkin sekian tahun kemudian dimasa awal-awal bekerja. 

Prosaicc adalah ruang-ruang yang mengijinkan diriku sendiri untuk liar. Mengeluarkan yang rasanya tidak pantas dikeluarkan jika dimuka umum atau diantara teman-teman. Bebas dalam kata. Penuh keberanian. Karena tidak ada yang tahu.

Bertindaklah liar jika sudah waktunya, semboyanku beberapa tahun.

Sebenarnya maksud ‘bertindak liar’ adalah bertindak berani. Bukan liar dalam artian nakal.

Penggemarku ada 2 biji waktu itu: aku sendiri dan mantanku. Mantanku sendiri. Bukan mantan orang.


Mantan yang pernah cukup tergila-gila sehingga dia dipanggil gila oleh lingkungan dan keluarganya karena tiba-tiba harus jatuh cinta padaku setelah membaca tulisan-tulisanku. Mungkin waktu itu dia kurang ikut seminar pengembangan diri. Jadi bisa dengan mudah terjebak cinta padaku.

Sampai suatu saat ibunya yang cukup meyakini weton kami tidak ideal jika ini berlanjut sampai ke ranah rumah tangga melakukan sesuatu. Kegilaannya terhadap prosaicc dan cintanya padaku tersembuhkan.

Disisi yang lain, sempatku berpikir untuk hidup dari menulis (sajak-prosaicc). Berpenghasilan dari menulis. Enak. Menuangkan sesuatu dari benak, ga bergantung dengan orang lain. Tuang aja. Inspirasi bisa datang kapan dan dimana saja. Bahkan disaat sedang menjerumuskan telunjuk ke lubang hidung serta mengaduk-aduknya. Ide bisa muncul. Kaya sekali waktu itu aku pikir.

Sayangnya waktu itu aku cukup dangkal melihat. Aku lihat apresiasi saja di Indonesia tidak cukup baik untuk membuat penulisnya bisa foya-foya tujuh turunan. Akhirnya aku menyerah. 

Jadi waktu itu saya berhenti menulis. Berhenti prosaicc. Berhenti berekspresi melalui prosaicc.

Dan kemudian (apalagi) setelah banyak prosaicc menjadi kisah nyata di tahun-tahun selanjutnya. Dan itu mengerikan. Kenapa? Karena prosaicc banyak berkisah tentang patah hati yang perih berbonus pedih merana. 

Mungkin karena masa pertumbuhanku yang kurang bijak menyikapi cinta dan sejenis. Hingga hasilnya memberi respon yang merana-rana terhadap kehidupan yang kujalani.

Masa pertumbuhan fisik yang tidak diiringi pertumbuhan kebijakan benak. Saat patah hati yang berdarah-darah kelihatannya keren waktu itu mungkin. Dengan bonus-bonus dugaanku perihal ketidakpedulian dia terhadap peduliku. Merana-rana akut. Lebay kesambet. Aku tuang semua ke prosaicc. Dan setelah beberapa waktu kemudian entah bagaimana caranya hampir semua prosaicc menjadi nyata dalam kehidupan.

Menyesal.

Jadi lebih jelasnya, apa yang pernah aku tulis walau itu hanya hayalan; menjadi kisah nyata di tahun-tahun selanjutnya. Saat tulisan-tulisan dalam catatan buku itu sempat hilang beberapa tahun kemudian aku temukan lagi; dan aku membacanya lagi. Ternyata semua yang aku tulis dalam prosaicc menjadi nyata ditahun-taahun berikutnya.

Sesuatu yang kutulis dengan penuh penghayatan menjadi nyata.

Semenjak itu aku tidak berani lagi menuliskan yang tidak indah-indah. Tidak merespon kejadian di dunia ini dengan narasi sedih.

Walau berat diawal menulis dengan tulisan-tulisan sukses, cinta yang sukses, bahagia, gegap gempita; namun akhirnya menjadi kebiasaan juga. Minimal lebih baik dari hari kemaren.


Ingat tentang penyanyi lagu sedih yang dia nyanyikan berulang-ulang sampai kejadian dalam lagunya terjadi dalam kehidupan nyatanya?

Ya mirip-mirip itulah.

Hati-hati


I Love You 


KESIMPULAN

1. Sering-sering perhatikan bakat minat Anak Anda. Lalu dukung dia. Jangan sampai kehilangan anugrah Tuhan itu. Jangan sampai dia takut tidak bermasa depan dengan keahlian tersebut. Jangan sampai dia ragu dan tidak bangga atas keahliannya tersebut

2. Jangan sering-sering berekespresi penuh penghayatan dengan lagu dan narasi sedih. Atau Anda minimal sudah tahu tehnik menetralkannya agar tidak menjadi ‘doa’ dalam kehidupan Anda

Posting Komentar untuk "Prosaicc [ MENULIS 1 ] | Prosaicc"