Memberi Syarat untuk Sukses | Prosaicc

.

.

[ SYARAT UNTUK SUKSES ]


Syarat untuk Sukses Atau Lebih Tepatnya : Memberi Syarat untuk Sukses.

Adalah benar saat seseorang yang sedang berperan sebagai guru, penasehat, orang tua, dan siapapun yang berkeinginan untuk menasehati : 

“Supaya sukses kamu harus wajib belajar; banyak baca; melakukan A melakukan B memahami C, salto, bergulat berkeringat berdarah-darah, melewati fase ditipu orang, de el el”

Atau mungkin ajaran itu secara ‘tidak sengaja’ masuk ke dalam keyakinan kita. Saat kita membaca perjuangan orang-orang yang telah dianggap sukses. Percobaan-percobaan Thomas Alfa Edison ribuan kali yang kukagumi sehingga saat aku tidak punya uang untuk membeli bukunya dulu SMP aku tulis ulang 1 buku kisah hidupnya agar aku punya kopiannya.

Sayangnya yang ku copy hanya tulisan-tulisan kisah hidup Thomas Alfa Edison. Yang tak ku copy adalah semangat melakukan percobaannya berkali-kali beribu-ribu kali. Atau aku kemudian secara tidak sadar memberi syarat pada hidupku agar aku bisa sukses (seperti dia) harus melewati fase-fase yang sama seperti Thomas Alfa Edison. 

Yang dianggap tolol oleh gurunya. Yang percobaan-percobannya berkali-kali. Yang hancur habis terbakar laboratoriumnya. Dan kawan-kawan jenis perjuangan lainnya.

Aku mengajar ratusan kepada mereka-mereka dan mereka-mereka yang kuajar mencapai apa yang aku idam-idamkan lebih dulu ketimbang diriku yang memberi jalan-jalan keluar pada kegelapan mereka. (Ciee, kegelapan. Arogan bener). 

Apa karena dulu waktu itu fase-fase Thomas Alfa Edison belum aku lewati? Sehingga alam bawah sadarku ‘melarangku’ untuk sukses?

Ex  bosku waktu sebelum menjadi bosku pernah bilang :

“Aku bekerja tidak lebih berat darimu, tidak lebih banyak darimu; tapi penghasilanku jauh lebih besar darimu”

Dan aku mengiyakan.

Lalu pertanyaan-pertanyaan itu tumbuh. Belum terjawab satu lalu pertanyaan awal membawa teman-tamannya sejenis pertanyaan-pertanyaan yang lain. Pertanyaan demi pertanyaan. Entah pertanyaan itu benar sehingga memang harus aku beri jawaban yang benar pula. Atau pertanyaan yang salah? Sehingga aku tidak perlu menjawab? Atau semua pertanyaan sebaiknya dijawab entah benar atau entah salah yang penting dengan menjawab serius maka kualitas otak dan benak kita akan berkembang dengan baik?

Sebentar-sebentar.

Pertanyaan yang benar itu yang bagaimana? Pertanyaan yang salah itu yang bagaimana?

Ini bukan jawaban 100% benar ya? Ini jawabanku :

Pertanyaan yang benar adalah pertanyaan jika dijawab maka itu akan membantu orang yang ditanya selangkah lebih maju mendekati apa yang dia cita-citakan. Misal: masuk surga. Jadi tanyanya : apa yang harus kamu lakukan secara rutin agar kamu masuk surga?

Sebenernya ga gitu-gitu amat.

Sebentar, ada contoh lebih baik.

Apa yang harus kamu lakukan secara rutin agar kamu tidak masuk neraka?

Hehe

#idem

Pikir sendirilah pertanyaan yang menurut Anda berkualitas. Benar atau salah siapa yang tahu. Misal pertanyaan itu, jika diajukan kepada pasangan hidup Anda, maka dia akan lebih 

  • 1. Mencintai anda
  • 2. Mencintai anak-anak anda
  • 3. Melakukan kewajibannya dengan baik

Kalimat tanya, bukan kalimat perintah

Silahkan dipikir

Pemikiran Tumbuh

Oke-oke. Apa kita perlu membaca kata perkata? Kalimat per kalimat? Eja demi eja? Bisa jadi IYA jika itu kitab suci. Yang jelas-jelas benar. Yang jelas-jelas dengan hafal kata perkata jadi berkah. Jadi jaminan surga bagi penghafal dan orang tuanya. Demikian keyakinan kami, Keyakinan kami sebagai : muslim. 

Namun menurutku tidak perlu untuk selain kitab suci. Kapan lulusnya? Lalu bagaimana dengan mahasiswa2 yang niatnya cuma lolos bukan lulus? Hehe

#mikir

Suatu waktu yang kemaren. Lupa waktunya dan ada kejadian apa sehingga pikiran itu muncul. Aku menyadari bahwa kita tidak perlu menyelesaikan kata perkata dari buku umum yang kita minat baca atau menguasai isinya. Syukur-syukur mengaplikasikannya jika itu baik. (Baik dalah hal ini adalah membuat kita selangkah menuju pencapaian impian kita; kayak doktrin MLM, nawari impian-impian terus dari tadi, ih)

Jadi waktu kita mau baca buku, Ini:

  • Menentukan apa yang kita harapkan dari setelah membaca buku itu
  • Ajukan pertanyaan-pertanyaan kita sendiri
  • Cari jawabannya dibuku umum itu
  • Setelah itu, jika perlu : lakukan mapping

Pencarian dilakukan untuk melengkapi pemahaman kita. Atau membaca pemahaman orang lain.

Maksudku kita membaca dalam rangka sudah siap dengan pertanyaan-pertaanyaan yang kita harapkan akan kita temukan jawabannya dengan membaca buku-buku itu. Jadi Otak kita jadi aktif menelaah dan mencari

Ditambah kemudian beberapa waktu setelahnya dipertemukan dengan Mas Arif RH. Maka beliau melengkapi kebebasanku berpikir.

Bahwa membaca ga harus paham dengan apa yang dibaca. Pokok otaknya langsung berkembang berpikir dan menemukan solusi-solusi terbaik untuk hidup. Itu keren

Kira-kira gitu. Semoga itu yang beliau maksud sampaikan padaku


Hihi


I Love You


KESIMPULAN

  • Ajukan pertanyaan yang membuat Anda berdaya lebih
  • Ajukan pertanyaan yang membuat orang lain menjadi berdaya lebih
  • Jangan lupa berdoa sebelum membaca
  • Kadang membaca itu dalam rangka mencari jawaban, maka siapkan dulu pertanyaannya

TAMBAHAN:

Jadi ada 2 aliran

Yang bilang, supaya aku bisa punya 10 juta perbulan aku harus jadi ASN

Dan ada yang bilang, terserah ALLAH mau kasih 10 jutanya dari mana

Silahkan pilih suka yang mana

Posting Komentar untuk "Memberi Syarat untuk Sukses | Prosaicc"