Membaca

.

.

[ MEMBACA ]


Buku bersusun diujung meja kayu palet milik istriku. Entah kapan kan ku mulai baca. Semangatnya tak tersisa lagi sejak beberapa waktu setelah membeli buku-buku itu. Ada belasan susunan seperti itu dirumahku. Tak terbaca.

Ternyata aku kemaren hobi belanja buku dan hobi berencana membacanya. Sama sepertimu. Iya, kamu. Hehehe. Itu kemaren, rasa bersalah yang kemaren. Sekarang tidak lagi. Kapan-kapan kalo ingat akan kuberi tahu caranya. Cara apa?

Cara ga merasa bersalah kalo ga paham apa yang kamu baca. Atau

Rasa ga bersalah udah dibeli tapi ga dibaca.

Dan jenis-jenis rasa bersalah yang lainnya yang berhubungan dengan beli buku.

Termasuk sudah kadung (terlanjur) membaca tulisan ini.

Dulu waktu usaha bangkrut untuk kesekian kalinya, ayah masuk ke kamarku dan melihat tumpukan buku-buku itu dan beliau berkata:

“Kamu itu cuma perlu dzikiran, bukan baca2 buku itu. Yang nolong bisnis itu Allah (bukan buku-buku itu)”

Diwaktu yang lain beliau berkata : 

“Kalo kamu dzkiran Laa ilaaha ilallah-nya jalan…, mantap”

Beliau benar. Walau kebenaran beliau tak menjamin kemudian aku jadi rajin dzikiran. Dan juga tidak merubah hobi beli buku-malas bacaku.

Dulu aku pernah membaca perihal seorang Iran yang mampu menyelesaikan 2 buku dalam 1 hari. Aktifitas hariannya termasuk itu. Hidupnya lebih dari itu, karena dia seorang pemimpin besar. Pemimpin jutaan orang mungkin. Entah bagaimana caranya berkemampuan seperti itu. Dan betapa hebatnya.

#PipaPemikiran1 Perihal 2 Buku dalam 1 Hari dan Sebelumnya

Ketika si A membaca buku dan si B juga membaca buku yang sama, lalu si C dan si D ikut-ikutan membaca buku yang sama. 

Apa yang Anda harapkan atau pikirkan dari mereka A-B-C-D?

Bahwa mereka akan menceritakan isi yang sama dari sisi penulis buku tersebut? Menerjemahkan sama seperti yang dimaksud penulis buku itu?

Bahwa mereka, A-B-C-D akan bercerita tentang isi yang sama dari sisi pembaca buku tersebut? Eh, ini sama dengan maksud poin nomor 1 diatas. Lanjut

Bahwa masing-masing dari mereka akan menjelaskan isi yang berbeda, intepretasi yang berbeda. Maksudnya pengalaman pribadi masing-masing A-B-C-D sebelum membaca buku tersebut menciptakan kemampuan membaca-memahami-menerjemahkan dalam kata dan kalimat sehingga menghasilkan isi pemahaman yang berbeda-beda?

Pernahkah Anda berpikir bahwa kosakata yang kita miliki, kemampuan memahami yang kita miliki, koleksi pemikiran-pemikiran yang kita miliki, bisa membuat kita memahami sesuatu yang baru kita terima hasilnya berbeda dengan orang lain yang kosakata, kemampuan memahami, koleksi pemikiran-pemikirannya berbeda dengan kita?

Aku pernah diceritai tentang sebuah daerah di muka bumi ini yang penduduknya tidak pernah 1 pun berdusta. Iya, ga pernah bohong. Baper mungkin pernah, tapi ga pernah bohong. Kenapa? Karena dalam kamus bahasa mereka, mereka ga ada kata : bohong, dusta.

Pernahkah Anda berpikir bahwa poci yang dituang keluar teh karena isinya teh dan ga mungkin keluar kopi (kecuali Allah berkehendak lain)?

Kalo ada semua kejadian yang disodorkan ke kita lalu dengan kosakata-kosakata yang kita punya dalam kata benak rasa pikiran hati; lalu kita meresponnya; lalu hasil dari respon kita itu menghasilkan nasib masa depan yang berbeda-beda; apakah kita sangat perlu mengumpulkan kosakata-kosakata positif saja yang berhubungan dengan proses percepatan kita mencapai tujuan-tujuan kita?

Atau entah bagaimana caranya semesta ini bekerja, tiba-tiba Tuhan memutuskan untuk memberikan pemahaman yang berbeda-beda pada si A-B-C-D saat mereka membaca buku yang sama tersebut. Tuhan sedang bermaksud pohon pada si A lalu bermaksud daun pada si B dan bermaksud bayangan pohon pada siang terik matahari pada si C dan bermaksud kepada kehidupan lain disekitar pohon tersebut pada di D. 

Yang jelas ustad yang sama membaca Al Quran yang sama menghasilkan ustad sabar penuh kedamaian dan (maaf) juga menghasilkan ustad yang temperamental. Pemarah maksudnya. Ngamukan. (Ga mau bahas dalam-dalam perihal itu, takut tulisanku ini dimarahi, sama yang temperamental tadi).

Pernah baca perihal 4 orang buta yang diminta menyentuh seekor gajah dan menjelaskan bagaimana bentuk gajah itu? Ada yang menyentuh belalainya. Ada yang menyentuh perutnya. Ada yang menyentuh kakinya. Ada yang menyentuh kotorannya

Aku yakin tidak buta fisik, tapi mungkin aku buta kosakata yang diperlukan untuk hidup lebih baik sebaik yang diharapkan Tuhan (mungkin). Ketika aku merespon-respon segala sesuatu yang terjadi; ternyata aku merespon dengan respon yang ga asyik mungkin.

Misal seperti ada cewek cakep lewat, lalu rasa-rasa ingin ‘nyucup mbun-mbunane’, hehehe (kidding) | tentu bukan sikap yang dibutuhkan buat orang-orang yang niatnya masuk surga to?

Oke lanjut. Entah ada juga yang menyatakan bahwa :

“Saya tahu maksud penulis, tapi saya berpendapat berbeda”

Ada yang kemudian menjelaskan panjang x lebar namun saat penulis mendengarkan pemaparan pembaca sang penulis merespon dengan: 

  • (a) Saya sama sekali tidak menulis tentang itu. Kenapa orang itu membahas itu? Dia ga salah baca buku? Mungkin dia membaca buku yang lain? 
  • (b) Ya, persis seperti yang saya maksudkan 
  • (c) Dia membicarakan sesuatu yang saya tidak ungkapkan sama sekali dalam buku itu. Entah bagaimana caranya dia bisa menceritakan pikiran-pikiran saya yang saya tidak ungkapkan dalam buku itu? 
  • (d) Dia menceritakan tentang lanjutan dari buku itu yang baru sedang saya rencanakan

Ketika Tuhan mengijinkan untuk banyak pemahaman yang berbeda berkembang seperti di poin-poin diatas, lalu mengapa ada muncul banyak kemarahan terhadap perbedaan-perbedaan itu?

#PipaPemikiran2 Perihal 2 Buku dalam 1 Hari dan Sebelumnya

Mungkin karena informasi itu tubuh ini udah jadi ‘minder’ duluan. Kagak ada semangatnya menyelesaikan buku-buku itu. 

Gimana mau sukses? Harus baca buku-buku sebanyak itu? 

Eh, enggak ding. 

Ga usah memberi syarat untuk sukses. Harus baca buku itu baru bisa sukses. 

Ngaco. 

Sukses bisa bagaimana saja caranya. Ujug-ujug sukses juga ada. Walo jarang. Jarang menurut yang ngasih kamu motivasi. Hihihi...


I Love You


KESIMPULAN

  • Jangan memberi syarat untuk sukses
  • 1 buku yang dibaca sama, bisa menghasilkan pemikiran yang berbeda
  • Jangan marah jika ada yang berbeda denganmu


Posting Komentar untuk "Membaca"