Bertanya Dulu Sebelum Bergerak

.

.


[ LENGKAP ]


Belajar bertahan. Diantara komitmen-komitmen yang terbengkalai. Duh. Beberapa kali ganti partner, ganti IT, belum menemukan partner yang pas.

  • Partner pertama: anak kota Malang. Dibayar. Terbengkalai
  • Partner kedua: orang kota Lamongan. Ga ada kabar
  • Partner ketiga: orang Jogja, ngilang terbirit. Waktu didatengin Surabaya Jogja pura-pura tidur, istrinya yang lagi hamil disuruh maju didepan bilang dia tidur. Kasihan. Dunia tahu kisah ini. Looser.
  • Partner keempat: orang Sumedang. Kerjaan bagus, cuma ga sesuai dengan harapanku yang mungkin terlalu tinggi
  • Partner kelima: orang Jombang/ Mojokerto. Kerjaan cepat luar biasa. Kalo lagi mood ngerjakan

Aku malu dengan klien-klienku yang sudah kuberi janji demi janji.

Jadi kalo dah kondisi begini, bagaimana?

Healing? Introspeksi diri. Beresin mental block. Siapa tahu memang kita yang ‘mengundang’ orang-orang yang ga cocok buat kerjasama? 

Menyadari diri bahwa bukan itu bidang kita?

Mungkin Tuhan ga berkenan kita terjun di bidang bisnis yang bergantung dengan orang IT. Harus mandiri?

Tetap semangat mencari partner yang pas? 

Ubah sistem kerjasama?

Atau bagaimana?

Pada saat apa kita tahu bahwa kita harus berhenti dan pada saat apa kita masih harus yakin bahwa ini memang jalan kita dan terus melangkah mencapai impian?

Bagaimana aku bisa mengerti bahwa ini adalah :

Ujian yan harus aku lalui atau 

Merupakan hukuman dari kelalaianku dimasa lalu bahwa mungkin aku pernah memperlakukan hal yang sama pada orang lain atau

Ini petunjuk bahwa aku harus berhenti?

Pada saat apa gambar berikut ini berlaku? 

Figure 1 : https://captainhaseem.tumblr.com/post/134193745165/8-pantang-menyerah-bertahan-sedikit-lagi-maka/embed

Pada saat apa aku tahu bahwa ini dijalanteruskan atau diberhentikan?

Kenapa punya uang lebih dari semiliar kok pusingnya sama dengan belum punya uang semiliar? Aku pikir kemaren saat belum punya uang semiliar berpikir bahwa suatu saat nanti saat sudah ada uang semiliar di rekening maka pusingku kan hilang. Kok ternyata ga ya?

Oiya, kenapa bab ini aku kasih judul : Lengkap. Aku mikir apa ya kemaren? Enaknya diganti atau ga judul bab ini ya? Eh, 

Pertanyaan2 diatasnya 1 pertanyaan diatas aku jawab2 sendiri:

Sholat hajat

Sholat istikarah

Udah ya

Bukan bidangku untuk menjawab. Langsung Anda tanyakan pada yang Maha Kuasa untuk solusi permasalahan sejenis. Semoga segera ketemu jawabannya. Buat kamu, iya kamu. 

Jawabannya sama. Kalo puyeng-puyeng ga selesai diantara beberapa pilihan yang entah harus pilih yang mana. Jangan tanya padaku, tanyalah padaNya.


Josss!


I Love You


KESIMPULAN

  1. Bertanyalah pada yang Maha Hidup
  2. Sebelum kemana-mana

Posting Komentar untuk "Bertanya Dulu Sebelum Bergerak"